Aduh, JK Salahkan Rakyat
Entahlah, hemat saya, rakyat bukan harus dipaksa untuk mandiri, tetapi rakyat akan meneladani pemimpin yang sungguh-sungguh menjalankan swadeshi secara ”murni dan konsekuen” (saya kira istilah ini agak relevan). Kalau masih setengah-setengah menjalankan swadeshi, jangan heran jika rakyat belum sepenuhnya bisa percaya pada siapapun yang mengusung konsep ”kemandirian ekonomi”. Sebaliknya, jika seorang pemimpin menjalankan swadeshi ”secara murni dan konsekuen”, tanpa perlu berkoar mengusung ”kemandirian ekonomi” pun, rakyat tentu akan percaya.
Oleh irfan darsina
Berita detikcom satu ini menggelitik pikiran saya. Dalam suatu acara di Bandung, mantan capres Jusuf Kalla mengaku menemukan kunci penyebab kegagalannya dalam kompetisi Pilpres 2009 lalu. Apa itu? Ia telah memilih ‘kemandiran ekonomi’ sebagai isu ekonomi untuk dikampanyekan kepada para calon pemilih.
Dalam berita itu disebutkan, JK menilai, keoknya isu kemandiran ekonomi karena masyarakat Indonesia belum terbiasa mandiri. Sehingga isu ekonomi yang dia tawarkan itu tidak bisa diterima oleh calon pemilih. “Untuk bisa mandiri, bangsa ini memang perlu dipaksa,” celetuk JK.
Berita selengkapnya bisa diklik di http://pemilu.detiknews.com/read/2009/07/23/154954/1170304/700/jk-temukan-kunci-kekalahannya-di-pilpres
Saya tidak tahu dengan Anda, tetapi saya pribadi menilai ungkapan JK ini terlalu menyederhanakan (over simplifikasi). Saya kira, bukan karena rakyat tidak mau atau tidak menginginkan ”kemandirian ekonomi” maka mayoritas mereka tidak memilih JK. Apalagi ide ”kemandirian ekonomi” bukanlah murni dari JK. Bung Karno (BK) sudah melansir ide ”ekonomi berdikari” ketika JK masih berusia remaja. Ide BK lebih dahsyat karena ia mencanangkan berdikari bukan hanya pada aspek ekonomi, tetapi pada semua aspek kehidupan, mulai politik sampai budaya. Sependek ingatan saya, mayoritas rakyat waktu itu mendukung gagasan Berdikari Sang Pemimpin Besar Revolusi ini. Tetapi, seperti kita semua tahu, seorang Soeharto mengambil alih kepemimpinan negeri dan membuat jaring-jaring ketergantungan yang makin lama makin kuat, kian lawas kian menjerat dan membelit, pada utang luar negeri.
Saya tidak berpretensi mengeksplor sukses atau gagalkah BK dengan ide berdikari itu. Apapun, itu kini tinggal sejarah. Tetapi, hemat saya, mengusung ide ”kemandirian ekonomi” tidaklah cukup hanya dengan memamerkan kepada rakyat banyak, bahwa saya mengenakan sepatu cibaduyut dan kemeja batik solo. Oh, betapa artifisial itu rasanya.
Tiba-tiba saya jadi ingat Gandhi. Andai capres kita, siapapun dia yang mengusung ide ”kemandirian ekonomi” mengikuti jejak Gandhi, mungkin rakyat akan lebih percaya. Memang, menjelang Pilpres lalu, saya ingat ada orang India yang menilai JK sudah sudah menjalankan ajaran Gandhi, terutama Ahimsa, Swadeshi dan Setyagraha. Tetapi, penilaian itu mungkin terlalu subyektif. Mengapa subyektif? Orang India itu membuat pernyataan itu usai bertemu dengan JK selaku Wakil Presiden.
Rakyat punya kebebasan menilai (calon) pemimpinnya. Tampaknya, hanya sekitar 12,41 % rakyat yang percaya JK akan menjalankan ”kemandirian ekonomi” itu. Sedang 26,79% rakyat percaya Megapro akan mampu menjalankan ”ekonomi kerakyatan”. Tetapi, sekitar 60,80% rakyat justru masih mempercayai SBY-Boediono untuk memimpin negara ini lima tahun ke depan.
Kekalahan JK, hemat saya, bukan karena mayoritas rakyat tidak menginginkan ”kemandirian ekonomi”. Mayoritas rakyat tidak memilih JK mungkin, sekali lagi, mungkin kurang percaya JK bisa menjalankan konsep itu seutuhnya. Seorang Gandhi menjalankan swadeshi bukan hanya dengan memakai kain tenun buatan rakyat India untuk membungkus tubuhnya. Gandhi juga ogah menyantap bahan makanan impor, dan memilih jalan kaki alih-alih naik kendaraan impor .
Andai JK menjalankan swadeshi secara utuh, mungkin mayoritas rakyat akan melihat lain. Bayangkan jika JK mengganti mobil dinas Volvo dengan, misalnya, sedan Timor. Bayangkan jika JK, misalnya, memamerkan kepada rakyat, bahwa dia tidak punya arloji buatan swiss atau istrinya tidak memiliki atau memakai berlian de beers, anak dan cucu mereka tidak suka McD, KFC atau Pizza Hut. Bayangkan jika JK berani mengundang kameraman TV untuk menyuting rumahnya yang di sana tidak ada satupun alat atau perangkat buatan luar negeri. Bayangkan jika rakyat tahu isi kulkas rumah JK tidak berisi apel amerika, pear australia, jeruk cina, kiwi selandia, atau serba kaleng produk manca negara. Bayangkan…..
Entahlah, hemat saya, rakyat bukan harus dipaksa untuk mandiri, tetapi rakyat akan meneladani pemimpin yang sungguh-sungguh menjalankan swadeshi secara ”murni dan konsekuen” (saya kira istilah ini agak relevan). Kalau masih setengah-setengah menjalankan swadeshi, jangan heran jika rakyat belum sepenuhnya bisa percaya pada siapapun yang mengusung konsep ”kemandirian ekonomi”. Sebaliknya, jika seorang pemimpin menjalankan swadeshi ”secara murni dan konsekuen”, tanpa perlu berkoar mengusung ”kemandirian ekonomi” pun, rakyat tentu akan percaya.
Jadi, aduh, jangan salahkan rakyat.
Juli 23rd, 2009 at 21:14
ayo kita lanjutkan saja kehidupan bernegara yang baik ini
Juli 24th, 2009 at 07:25
Thanks for posting about this, I would like to read more about this topic.
Juli 24th, 2009 at 09:07
setuju….awalnya saya juga tertarik dengan kemandiriin, tapi ya harus lihat figur yang mengusung juga. rakyat sudah cerdas.
Juli 24th, 2009 at 09:51
Saya tdk prnh tertarik dg Kemandirian Ekonomi nya JK…..krn JK melakukan itu hanya pd saat kampanye aja khan? jadi siapa peduli……
Juli 24th, 2009 at 10:05
Menurut hemat saya, apa yang dikemukakan Pak JK mewakili realita sebagian yang terjadi di masyarakat.
Saya sedih jika punya pemimpin yang hanya pintar main sinetron, seolah-olah sebagai pihak yang teraniaya.
Masa punya pemimpin kok yang dengan modal ’seolah-olah teraniaya’ dan ‘pintar main sandiwara’.
Ya apa boleh buat, apapun yang terjadi lanjutkan saja hutang-hutang yang ada.
Lanjutkan saja jualan ‘pabrik negara’
Indonesia oh Indonesia. Nasibmu diujung tanduk!
Juli 24th, 2009 at 10:19
Maaf saya agak berbeda menilainya,
saya rasa memang kegagalan JK seperti apa yang dia katakan, dia tidak menyalahkan rakyat namun sebagian besar penerima BLT tentu sangat berterima kasih kepada calon yang punya komitment meneruskan program ini. Sebagaimana kita ketahui kesulitan ekonomi, sangat lekat dengan rakyat kita, mereka selalu dikepung oleh minimnya penghasilan yang bisa mereka bawa pulang kerumah, pengangguran yang selalu membayangi setiap orang, tentu tidaklah salah bila JK mengatakan program Kemandirian ini belum siap diterima oleh sebagian besar rakyat Indonesia dan rakyatpun tidak salah memilih SBY sebagai the next president.
Semoga perbedaan ini tidak membawa kita kedalam perpecahan …Peace …
Juli 24th, 2009 at 10:20
Pak Jk..benar…kemandirian ekonomi..itu harus…tapi masalhnya..
apakah rakyat kita sudah mampu..”BERDIKARI”?? sepertinya belum, andai saja semua punya talenta seperti pak JK…pasti bisa..
bagaimanapun juga Pak JK ..sudah berjuang buat rakyat..dan berpikir untuk rakyat…semoga cita-cita beliau ada yang melanjutkan..AMIEN.
Sukses pemimpin sukses juga rakyatnya…AMIEN
Juli 24th, 2009 at 10:25
Bangsa kuli kok disuruh mandiri, gimana tho? saya sepakat dengan analisis kekalahan JK-WIN, konsep “mandiri” itu samar di otak orang Indonesia pada umumnya. Ga percaya? bayangin aja, bagian terbesar bangsa ini, bangun pagi-pagi, pergi ke sekolah, cita-citanya apa? dapet kerjaan, gaji cekak ga masalah, yang penting bergabung dalam suatu perusahaan yg punya nama (yng punya nama ya perusahaan, kita khan ga punya nama). Pagi-pagi bangun, kerja 8 jam untuk suatu perusahaan, bahkan mungkin 10 atau 12 jam atau 14 jam, belum lagi kalau persiapan mulai dari rumah untuk berangkat kerja dihitung sampai perjalanan pulang ke rumah, maka waktu yang kita habiskan untuk pengabdian itu udah ga sesuai dengan pendapatan kita, bayangkan kalau energi & waktu itu kita pakai untuk usaha milik kita sendiri, biarpun kecil-kecilan tapi hasilnya untuk kita sendiri, kita bosnya, memang ga pake jas atau blazer, tetangga kita yg ndeso mungkin ga memandang kagum sama kita karena kita ga kerja kantoran, tapi bandingkan aja waktu yang kita pakai dengan pendapatan. Masih ga paham? khan udah saya bilang bahwa konsep “mandiri” itu samar bagi bangsa koeli.
Juli 24th, 2009 at 10:28
SETUJU BANGET…………….
Juli 24th, 2009 at 10:31
Betul, rakyat itu mencontoh pemimpinnya….jadi jika jd pemimpin tinggal kasih contoh positif ke rakyat saja tdk usah berkoar koar yg belum tentu bisa dipertanggung jawabkan…
Juli 24th, 2009 at 10:40
AAtea: “… sebagian besar penerima BLT tentu sangat berterima kasih kepada calon yang punya komitment meneruskan program ini.”
=====
entah ya, apa ada calon yang memegang komitmen utk meneruskan program BLT. Dalam berita yg dimuat detikcom itu, JK sendiri mengakui BLT itu aslinya ide JK kok. Dan dalam beberapa kesempatan JK juga mngeklaim ide BLT itu idenya dia. jadi rakyat mestinya tahu BLT itu ide JK, tetapi mengapa mayoritas rakyat tidak memilih JK?
Anda ingat, semula capres yang satu lagi mengkritisi BLT sebagai program yang menumbuhkan mental pengemis. Capres itu tercitrakan anti BLT. Tetapi belakangan parpol pendukung capres itu beriklah “bahwa parpol itu adalah parpol yang mengawal BLT….” sikap ini di mata saya jelas plin plan dan karena itu mungkin tidak menimbulkan simpati pada mayoritas rakyat. tidak aneh jika perolehan suaranya menjadi tidak signifikan….. wallahu a’lam.
Juli 24th, 2009 at 11:11
Pada Pilpres 2009 ini Pak JK dan Golkar terlalu over confidence….,intinya sy pribadi dan sepertinya mayoritas rakyat indonesia sudah muak dengan partai yg namanya Golkar
Juli 24th, 2009 at 11:25
Kalo harus mengikuti pola hidupnya Gandhi 100% di zaman saat ini sangat sulit, Tetapi dari gaya hidup dan cara berpakain dapat kita bandingkan antara Presiden dan Wapres siapa yang terlihat bermewah2an dan siapa yang terlihat egaliter, Padahal JK dengan kekayaannya mampu membeli Pakaian yang Glamor tetapi dia memilih penampilan yang sederhana,
Kemandirian yang di maksud JK, kita sebagai bangsa besar harus mampu memproduksi kebutuhan kita sendiri karena SDA dan SDM di Indonesia sangat memungkinkan, Soal kemandirian itu sudah di contohkan dengan perusahaan JK yang mampu bersaing dengan perusahaan Asing, Semangat dan bukti kebijakan JK yang ingin memajukan Usaha kecil dll.
Juli 24th, 2009 at 11:28
Sebagian besar rakyat Indonesia memang terlalu melihat casing dalam memilih pemimpinnya. Kalo dilihat dari komposisi rakyat Indonesia, sebagian besar adalah kaum perempuan, yang kebanyakan berprofesi sbg ibu rumah tangga, yang bisa jadi sgt mendambakan seorang kepala rumah tangga yg ideal, seperti tergambarkan pd sosok SBY, tidak spt suaminya di rumah. Shg di alam bawah sadar mereka, sosok spt SBY pasti dapat menjadi pemimpin yang terbaik bg mereka. Makanya SBY berusaha keras selalu menjaga citranya. Lihat saja isi iklan-iklannya selama ini, sederhana, gak usah pusing2 byk mikir dan ngena bgt buat perempuan/ibu2. Jadi wajar saja, kalo SBY yang menang. Selain itu, kebanyakan rakyat Indonesia memang sulit utk diajak berpikir dan bekerja lbh keras, maunya santai tp dpt duit byk. Mgkn bisa jadi krn sumber daya alam yg begitu melimpah dan faktor iklim sm cuaca yg adem2 aja, jd faktor kepepet utk memperjuangkan hidupnya jg gak timbul. Selama cara berpikir sebagian besar rakyat Indonesia spt itu, ya nasib bangsa Indonesia tetap saja terpuruk, krn selalu salah dalam memilih pemimpinnya. Tuhan tidak akan mengubah nasib suatu kaum, sebelum kaum tersebut berusaha mengubahnya sendiri.
Juli 24th, 2009 at 11:33
Terbuktikan… bahwa seluruh capres dan tim suksesnya mengakui kekuatan BLT terhadap pilpres, itu artinya memang rakyat indonesia belum siap untuk mandiri, terlepas apakah ada yang punya komitmen untuk meneruskan atau tidak, tapi setiap capres menjanjikan hal itu dan yang dipercayai adalah SBY tentunya sebagaimana hasil pilpres sementara ini. tentu hasil pilpres tidak hanya dipenuhi oleh penerima BLT tapi setidak-tidaknya banyak yang percaya bahwa kontibusi suara penerima BLT sangat besar (semoga tidak salah, kalau salah semoga ada yang meluruskannya).. hormat saya pada semua bangsa Indonesia
Juli 24th, 2009 at 11:44
saya kurang se7 dengan postingan anda.
saya se7 dengan komen nomor 5,6,7
jk adalah figur yang visioner dan kreatif.. namun sayang orang indonesia lebih memilih casing ketimbang isi, lebih memilih figur ketimbang visi misi…
yah begitulan Indonesiaku karna mayoritas orang Indonesia banyak yang blum sekolah…
saya hanya ingin berandai2.. andai JK wajahnya setampan arie wibowo atau Indra brugmann saya yakin dia yang akan terpilih…
nasib nasib…
Juli 24th, 2009 at 11:50
Oiya satu lagi komen anda nomor 11 yang mengomentasi komen lainnya… soal BLT pak JK yang plin plan…
menurut saya programm beliau tidak plin plan.. Kemandirian ekonomi penting! tpi melindungi rakyat yang tak mampu juga penting.. anda tahu kan salah satu pasal di UUD 45. Fakir miskin dan orang terlantar dipelihara oleh negara.. dan BLT adalah implementasi pasal tersebut…
semoga anda paham
Thanks
Juli 24th, 2009 at 12:13
herdi: saya hanya ingin berandai2.. andai JK wajahnya setampan arie wibowo atau Indra brugmann saya yakin dia yang akan terpilih…
=====
Hmmm… ad hominem. saya kok ngeliat secara fisik JK tidak jelek. Saya kalau lihat JK selalu ingat ahmadinejad. dan beliau bisa menjadi presiden…..
herdi: … satu lagi komen anda nomor 11 yang mengomentasi komen lainnya… soal BLT pak JK yang plin plan…
menurut saya programm beliau tidak plin plan…
====
bung herdi… fallacy. Anda keliru menangkap maksud saya. sikap capres dan parpol pendukungnya yang di mata saya plin plan itu bukan merujuk ke JK. mohon anda simak lagi komentar saya atas komentar AAtea itu, pls.
thnx anyway, anda udah mau mampir, saya senang tukar pikiran, dan perbedaan pendapat itu biasa, bahkan membuat kita makin terasah. salam.
Juli 24th, 2009 at 12:57
SEMUA PINTAR JD TKG KOMENTAR…LIAT AJA DI TV…ADA BERITA INI PASTI ADA KOMENTAR YG KONTRA TUJUANNYA SPY DI PERHATIKAN ..
Juli 24th, 2009 at 13:02
#18:
saya juga ga bilang JK jelek.. ^_^
Laen Iran laen Indonesia, masyarakatnya dan budayanya beda.. *_*
untuk kategori pemimpin negara; Ahmadinejad masi muda JK sudah tua … *_*
tks
Juli 24th, 2009 at 13:25
Bung Irfan, salam kenal. Saya suka cara anda memafarkan materi diatas. Betul, JK senantia menyerukan kemandirian ekonomi, tapi cobalah tengok gaya hidup istri dan anak2nya. Tengok pula kendaraanya…semua buatan negara lain. Masyarakat makin pintar melihat mana yg benar dan salat (Utk itu saya salut juga sama orang indonesia).
Waiting for yr next post iyah.. i like it
Juli 24th, 2009 at 13:27
kalau saya lebih melihat pada gerbong yang ada di belakang JK, dan itu sudah cukup untuk menyatakan bahwa JK tak layak jadi presiden dinegeri ini. Masih ingat kan 32 tahun dalam cengkeraman “kuning”
Juli 24th, 2009 at 13:31
saya setuju dg sdr irfan darsina. Memang kita sebagai rakyat bukan tidak / belum bisa mandiri, tapi rakyat akan melihat ketauladan para pemimpin kita, sungguh saya tidak bisa menerima jika para elit politik menyuruh kita mandiri atau cinta produksi dalam negri sementara beliau-beliau hidup serba…………itu kan tidak fair. Definisi mandiri itu apa sich ? wong selama ini pun kita sbg rakyat sudah hidup “mandiri”. Kalau kita melihat di TV penampilan para elit politik tdk ubahnya mereka itu para selebritis yang serba mengkilap. Rasanya naif kalau kegagalan JK untuk menjadi orang nomor satu di indonesia ditimpakan kepada rakyat. Saya merindukan para pemimpin kita itu baik yang di legislatif atau di eksekutif baik di tingkat daerah maupun di tingkat pusat hidup sederhana, berahlakul karimah sebagaimana dicontohkan oleh para pendiri negara ini. SBY-BUDIONO tampak sangat realistis di dalam menyampaikan program-programnya terlepas apakah akan terwujud atau tidak. Hal lain yang mungkin menyebabkan kegagalan JK adalah terdapatnya beberapa orang di tim sukses yang bersikap childish, sinis ketika mereka beradu argumentasi dengan timnya SBY. Mereka dalam setiap kesempatan selalu memposisikan SBY sebagai musuh yang perlu digempur habis, inilah disadari atau tidak menumbuhkan simpati kepada SBY dan akhirnya SBY is winner. SELAMAT SBY semoga Allah SWT senantiasa membimbing anda dan anda beserta tim kabinet yang akan dibentuk dapat mewujudkan amanah rakyat dan mampu mendirikan pondasi yang kokoh sehingga dimasa yang akan datang indonesia menjadi negara yang adil dan makmur serta berdaulat siapapun kelak yang akan memimpin bangsa ini yang pada akhirnya akan dapat dinikmati oleh anak-cucu kita. Amin
Juli 24th, 2009 at 13:40
klo menurut saya sendiri JK itu orang yg tidak konsisten thdp ucapannya. memang JK itu cukup revolusioner. tp saya terkadang ga bs memahami cara berpkikir beliau..
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=1050537
http://kompas.co.id/read/xml/2008/11/25/13481732/kalla.ajak.sedikit.boros
silahkan buka 2 url tsb, dan kalian bs melihat cara pemikiran JK dalam meliaht sebab-akibat..
ingaat, sebab-akibat yg diterapkan JK itu menurut saya aneh bgt
Juli 24th, 2009 at 13:40
analisa yang bagus bro…
gw ngga milih JK karena sering melihat komentar dan pernyataan beliau selama jadi wapres yg kurang berempati dgn masyarakat kelas bawah dan msh ragu dgn ketulusan beliau mengabdi utk bangsa.
Nah kalau tdk terpilih saja terus menyalahkan rakyat, jangan2 kalau gagal memimpin juga rakyat yg disalahkan
Emang sesuai tulisan eyang anjari kita jg hrs berterima kasih beliau sdh beperan memberi warna dlm dunia perpolitikan dan berjasa sbg wapres selama 5 tahun dan semoga aja beliau juga ckp berbesar hati belum menerima kepercayaan dr mayoritas rakyat indonesia.
salam kenal bro.
Juli 24th, 2009 at 13:41
@ Ayu : mang ada ya mobil buatan indonesia….pls deh ayu sebelum ngetik mikir dul…yaiyalah pake buatan luar….gimana sik
Juli 24th, 2009 at 13:44
Saya perhatikan,..sekarang ini banyak orang yang senang dan bangga bilang: bangsa kita memang yang bodoh, kurang pendidikan, miskin (ni yang paling sering), carut marut (ni juga sering banget..), kenapa ya???.Menilai bahwa suatu bangsa itu tidak pintar (bodoh) rasanya perlu riset atau penelitian yang valid sehingga ada “Data”untuk mendukung argumen penilaian tersebut.Bagi anda yang mengira penerima BLT sebagai orang bodoh, tidak ada punya visi & misi, bisa jadi anda keliru….jangan mencoba menilai kualitas orang lain, apalagi orang banyak (bangsa) tanpa didukung “data” yang akurat. Tks.
Juli 24th, 2009 at 14:08
Arman:… menyambung ayu…. kita pernah punya program mobnas timor, betapapun itu prosesnya kontroversial, tapi coba tanya kenapa JK tdk mendukung penuh pelestarian mobnas. Kita juga pernah punya Texmaco, yang berhasil memprduksi mobil, tapi ‘dibiarkan’ hancur. di mana JK saat itu jika emang sangat peduli dg kemandirian ekonomi? Saya dulu pernah naik kapal berbendera Kalla Lines, dan kapal itu merupakan kapal bekas yang semua petunjuk2nya masih menggunakan bahasa inggris. Kenapa Kalla Lines tidak pesan kapal dari PT PAL, misalnya?
O iya, belakangan memang JK (tapi harus dilihat juga ini sebagai program pemerintah) mulai memberikan dukungan kepada Pindad dan PAL utk memproduksi barang-barang utk memenuhi kebutuhan dalam negeri alih-alih membeli barang yg sama dari LN….
Juli 24th, 2009 at 14:57
saya setuju sekali dengan komentar no.14, kebanyakan kita lebih memilih kesing ketimbang isi, pencitraan yang dibuat SBY & tim suksesnya sangat menarik kebanyakan kita padahal ini tong kosong belaka. memang JK penampilanya tidak meyakinkan tapi ide/gagasanya sangat cemerlang sebut saja program BLT, konversi minyaktanah ke LPG, pembangunan beberapa bandara internasional di Indonesia yang menggunakan kemampuan bangsa kita sendiri yang sudah terbukti hasilnya, serta program-program lain yang lagi berjalan seperti program listrik 10.000 MW,program 1000 tower rumah susun, program 1000 km jalan Tol. JK memiliki pandangan jauh kedepan, seperti program listrik 10.000 MW berbahan bakar batu-bara, kalau saja program ini sukses negara bisa menghemat Rp.30 triliun pertahun bukan hanya itu, pertumbuhan industri akan semakin cepat yang secara otomatis memacu pertumbuhan ekonomi dan juga Indonesia sudah pasti tidak mengalami kriris listrik untuk 25 tahun kedepan, sepeninggal pa JK semoga program-program ini tetap di lanjutkan, sesuai semboyan “Lanjutkan”
Juli 24th, 2009 at 15:21
Nambah nich……..
Sebagai rakyat saya ingin menghimbau kepada yang ‘kalah’ baik JK maupun MEGA-PRO agar bisa menerima dengan lapang dada / legawa sebagaimana layaknya negarawan. ‘Kemenangan’ SBY-BUDI adalah kemenangan bangsa ini. Kami rakyat tetap hormat kepada anda-anda karena bagaimanapun anda semua telah ikut mewarnai perjalanan bangsa ini dan itu akan tercatat dalam sejarah bangsa ini. Hentikan semua manuver2 yang justru akan memusingkan rakyat. Segala hal yang dianggap kecurangan dalam PILPRES tempohari jadikan sebagai pelajaran untuk kedepannya. Segera jabat tangan SBY-BUDI sebagai ucapan SELAMAT dan itu akan sangat berarti buat rakyat ibarat dinginnya KULKAS… menyejukan ! Mari kita fokus kedepan agar bangsa ini menjadi bangsa yang kuat dan bermartabat. Kiranya patut dicontoh sikap yang mulia ALI BIN ABITHALIB ketika para sahabatnya memilih USMAN BIN AFAN sebagai KHALIFAH.
Untuk KPU kesalahan dimasa lalu adalah pelajaran untuk dimasa yang akan datang. Ada peribahasa : “Hanya orang…………jatuh pada lubang yang sama..”
Kesalahan yang terjadi tidak terlepas juga atas kesalahan aparat yang paling bawah yang memiliki akses kepada masyarakat dalam menentukan DPT.
Juli 24th, 2009 at 15:21
inspiratif banget bro tulisanmu…
keep blogging,….lanjutkan…!!!
hee..hee
yans
Juli 24th, 2009 at 15:24
yach… tapi mending JK/Win daripada Megapro
Juli 24th, 2009 at 15:25
bagaimanapun saya ucapkan selamat jalan Pak JK
mungkin rakyat lebih memerlukan Anda sebagai Wapres bukan Presiden…
Juli 24th, 2009 at 15:30
Posisi sebagai “Rakyat” serba salah, saat kampanye “calon Pejabat” Rakyat di elu-elukan tapi saat menjadi “pejabat” rakyat di lupakan.
Juli 24th, 2009 at 15:34
Pak, mungkin kemandirian itu harus dimulai dari hal yang sederhana dulu.. Seperti baju, aksesoris dan sepatu dimana kualitas nya sudah sama dengan barang-barang bermerk dari luar negri… kalau soal yang besar seperti kapal laut dan mobil sepertinya Indonesia masih banyak belajar dari negara lain sehingga mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Contohlah seperti lagu-lagu Indonesia yang sempat tergeser di tahun 90-an, toh akhirnya menjelang milenium mulai mendapatkan tempat di hati penikmat musik di tahah air. Dan soal kekalahan JK itu wajar pak.. karena memang lebih banyak yang tertarik pada figur yang terlihat “berwibawa, santun” … Masih sedikit orang yang tertarik pada program dan kemampuan seseorang dalam menangani keadaan yang bersifat darurat. Kita masih belajar berdemokrasi yang baik, dan mencari pemimpin yang memang kompeten. Pola pikir memang mempengaruhi.
Juli 24th, 2009 at 15:42
Pak JK itu memang cerdas, saya akui itu dari berbagai cara ia menyelesaikan masalah dan berkomunikasi.
Namun maaf Pak JK, andai bapak tetap bersama Pak SBY dan tidak meminang pak Wiranto (there’s too much blacklist issues with this guy), saya akan tetap mendukung anda. toh selama 5 tahun ini indonesia tercinta benar-benar mengalami kemajuan pesat.
tetap semangat mengabdi pada bangsa, bila perlu tolong ajarkan pada rakyat bagaimana menjadi orang sepintar Bapak, agar tidak hanya 12%an orang yang setuju dengan cara berpikir Bapak.
best regards
Juli 24th, 2009 at 15:42
Semoga SBY tidak hanya tampak “berwibawa dan santun”. Biarlah Allah SWT saja yang Maha Mengetahui.
Juli 24th, 2009 at 15:48
Rakyat tu ndak paham dengan kemandirian, males mikir,
program JK emang hanya bisa dianalisa sekelompok orang yang memang ingin memperbaiki nasib bangsa ini dari kuli menjadi mandiri.
Ortu, sodara, dan keluarga yg milih capres lain rata2 bukan tipe orang yang nonton debat capres kemaren, tapi tipe yang melankolis dan doyan sinetron yang haru biru ….
Juli 24th, 2009 at 16:01
Betul juga semua penuh kontroversi, mungkin karena itulah rakyat sekarang lebih percaya fakta dari pada cuman ngomong doang. Sebab selama ini pemerintahan SBY udah memberikan fakta bukan janji. Jadi masyarakat udah mulai cerdas memilih siapa pemimpin yang obral janji sama yang bukan.
Mengenai ide siapa dibalik BLT entah itu SBY, JK, Mega, masyarakat lebih melihat kepada president karena beliau sebagai pemimpin begitu pula jika suatu kegagalan pemerintahan itu juga lebih condong ke presiden nya ketimbang capresnya. Sehingga keberhasilan BLT dan perbaikan ekonomi itu masyarakat melihat itu sebagai prestasi SBY bukan JK.
Analisis anda bagus boleh saya link di blog saya? Di WeweneRidwan.Blogspot.Com
Juli 24th, 2009 at 16:17
Ah..!!. Kekalahan JK dalam dalam Pilpres tidak ada sangkut pautnya dengan kemandirian ekonomi yang dia tawarkan. Hanya saja rakyat sudah muak(Tidak Percaya) dengan Partai yang telah membawa bangsa ini kepada kehancuran. Coba lihat Perollehan Suara Partai Golkar pada Pileg & suara JK pada Pilpres 2009.
Hanya orang yang merindukan “Orde Baru bangkit kembali”lah yang memilih JK-WIN.
Jadi siapapun yang ingin maju dalam pemilihan Presiden berikutnya (2014) harus menghindari menggunakan kenderaan yang sama dengan yang digunakan JK.
Juli 24th, 2009 at 16:26
yg ada di pikiran jk sangat benar,rakyat ini memang sangat tergantung pada pemerintah,apa apa mesti pemerintah.kita terlalu di manjakan pemerintah,sedikit sedikit pemerintah.bangsa yg lambat untuk maju karena sebagaian besar rakyat nya masih tergantung pemerintah.generasi penerus yg payah.
jangan gantung kan diri mu pada pemerintah ..mari kita berlomba lomba untuk mandiri..
jangan jadi generasi yg cengeng…kita harus menghidupi kita sendiri ..dan ayo terus mandiri
Juli 24th, 2009 at 16:34
sebenarnya jk hanya di manfaatkan sby pada tahun 2004,suara sby sangat kecil pada waktu itu sehingga ada alasan memilih jk sebagai wakil nya karena untuk menyedot suara golkar.tapi setelah sby kepilih presiden popularitas sby naik tajam..tapi sebenar nya ide ide pemerintahan nya semua dari jk..sby hanya menang kharisma..tapi untuk urus pemerintah kurang ahli.. di pilpres 2009 ini jk di tendang karena berani melawan sby dan ngeyel malah maju senagai capres..secara popularistas sby tetap unggul..sby lebih pilih boediono yg gampang di atur dan tidak melawan karena dia bukan politikus..
Juli 24th, 2009 at 16:57
maksud pak jk bukan menyalahkan rakyat, tapi maksudnya bahwa kemandirian itu harus di mulai pemimpin, rakyat tak bisa di paksa mandiri kalau pemimpinya gak mandiri, walaupun pak JK gak jadi presiden tapi semangat beliau untuk memajukan bangsa dan membebaskan indonesia dari jerat monopoli ekonomi asing yg rakust dan licik tetap membekas, makasih pak JK….
Juli 24th, 2009 at 17:16
bung alang… silakan anda baca berita detikcom yang saya tautkan itu.
Tetapi, yach, setiap orang bebas menafsirkan apa maksud JK….
Juli 24th, 2009 at 18:24
Siapapun yang berpendidikan/berwawasan dan mau membuka matanya untuk melihat lingkungan pasti percaya, banyak masyarakat Indonesia yang MALAS… maka segala sesuatu yang bersifat “ikan” akan cenderung lebih dipilih dari segala sesuatu yang bersifat “kail”…. malas cari duit halal dengan kerja keras… ujung2nya korupsi, pergi ke dukun, dan banyak perbuatan lainnya untuk mengambil jalan pintas. malas belajar dan bersaing dengan kemampuan sendiri… ujung2nya cari bocoran setiap ujian, cari joki saat ujian masuk perguruan tinggi, bayar orang buat bikinin skripsi dan SEGUDANG kemalasan lainnya… kapan bisa mandiri ? malasnya dihilangkan dulu… kalo sudah ga malas… baru bisa belajar untuk mandiri… INDON… INDON… pantas kalian semua direndahkan dengan begitu mudahnya oleh bangsa lain… ayo bangkitlah para INDON…
Juli 24th, 2009 at 18:56
SBY-BUDI pasti menang…emang rakyat indonesia masih melihat casingnya…ganteng, berwibawa, keluarga harmonis. kita kalo ke kantor orang, kalo bawa mobil mewah pasti dihormatin, dibukain pintu, itu ama security loh. orang biasa aja menilai seseorang dari bawaanya… makanya kalo mau nyalonin lg ya harus minimal ganteng atau cantik…dulu megawati dipilih karena bapaknya…tp pas jd presiden kelakuanya ga kayak bapaknya…kita berharap untuk pemilu 2014 ada tokoh baru lagi & tokoh2 lama mendingan jadi penasehat aja…wiranto jg ga usah coba lg, orang udah males ngliatnya…tetep aja dulu pernah menikmati manisnya orde baru…so ga usah munafik ya…cape deh nyalonin jadi presiden kalah, eh jadi wakil keok jg…masih punya muka buat nyalonin lg….ngomong2 udah jarang muncul ditv, ngumpet dimana…emang kalo mau berbuat baik harus jadi presiden or wakil dulu ya…sebelas duabelas ama prabowo…ga inget jadi mantu cendana…gayanya paling bener & paling suci…kaya jg hartanya dari mana…..paling bikin males ngliat gayanya niru Bung karno…megawati jg krn ngoyo pengin jd presiden sampe dulu orang yg nyengsarain keluarganya di ajak gabung…untuk rakyat ga milih orang yg ego ngotot pengin jd presiden…figur yg pas & paling baik diantara calon yg lain ya SBY - BUDI LANJUTKAN….
Juli 24th, 2009 at 21:25
kekalahan JK utamanya tentu bukan karena konsep kemandirian rakyat, tetapi lebih karena kuatnya image presiden SBY yang santun terpelajar dan berwibawa, rakyat Indonesia sebagian besar masih sangat suka dengan figur seperti itu (ada campuran dan romantisme gaya pak Harto tetapi lebih demokratis). Terlalu naif juga kalau dibilang Mayoritas rakyat tidak memilih JK karena kurang percaya JK bisa menjalankan konsep itu seutuhnya. karena kalau alasannya tidak memberi contoh ,SBY pun sama2 tidak memberikan contoh, tapi tetap saja menang. Sederhananya, saat sekarang ini sangat sulit mencari tokoh yang bisa menandingi pesona kewibawaan SBY. Belum lagi dengan program2 yang menyentuh rakyat langsung seperti BLT, kenaikan gaji guru, rusunawa dll. kebanyakan rakyat dibawah ‘tidak mau tahu’ melihat itu semua program SBY bukan JK. mungkin kalau lawannya bukan SBY, JK punya peluang lebih besar. Pada akhirnya meskipun sudah tahu akan kalah, kelihatannya kita harus berterima kasih kepada JK-Win dan Mega Pro karena telah memberikan kontribusi pada pemilihan umum yang demokratis ini, bayangkan kalau SBY harus bertanding dengan bambu kosong……..
Juli 24th, 2009 at 22:34
rakyat kita memang harus dipaksa untuk bisa mandiri, karena rakyat selama ini dr jamannya soeharto sampai sekarang terbiasa dengan subsidi, jadi wajar lah jika program pak jk (ekonomi mandiri) dinilai akan menghilangkan subsidi tersebut. padahal kalo ditilik secara jelas justru pak jk ingin agar bangsa bisa mengelolah kekayaan alam kita sendiri tanpa tergantung pada bangsa alen. coba anda bayangkan jikalau kita yg mengelolah kekayaan alam kita sendiri akan lebih memperoleh lebih banyakkan…..
ekonomi mandiri yg digagas presiden soekarno gagal karena indonesia baru merdeka jadi belum siap, tapi sekarang sudah waktunya saodara2……
Juli 25th, 2009 at 01:20
halah, mau ekonomi mandiri kek, gandhi kek, swadesi kek, blt kek, sinetron kek, teraniaya kek, sepatu lokal kek, nyalahin rakyat kek, tokek kek, yg kita lihat itu juga isinya parpolnya bung. penulis blog ini ternyata kurang jeli shg melupakan aspek isi parpol tsb.
lha gimana kami mo pilih jk kalo isi parpol dan tim suksesnya aja spt itu. coba lihat mosok antara lain ada ……. yg jd ketum pssi, trus si ….. korup yg antek orba, dll.
makanya, utk bikin rakyat percaya itu tdk cukup dg tempelan slogan ‘ekonomi mandiri’ doang. bersihkan dulu lah rumah yg ditempeli slogan tsb dari para kutu busuk korup tsb..
Juli 25th, 2009 at 01:23
saya pendukung kebijakan mandiri mao tse tung walau harus melakukannya dengan tiran…dan hasilnya skarang china anda lihat sendiri.
saya jg pendukung kebijakan hugo chaves dengan nasionalisasi perusahaan2 walaupun dibenci barat…dan hasilnya venezuela meraup untung ketika harga minyak melambung.
banyak negara dengan konsep mandiri, sudah menikmati hasilnya seperti china dan india.
saat SD saya teringat bahwa Indonesia termasuk kedalam negara2 berkembang sama seperti malaysia, china, vietnam, india, thailand dll.
lalu bagaimana posisi negara kita saat ini dibanding yg lain??? ada yg mengatakan bahwa pemerintahan kita baru membangun kembali karena ulah masa lalu dan krisis…lalu mana diantara negara2 yg disebut diatas yg tidak merasakan hal yg sama sperti negara kita???
mampukah pemerintahan yg akan datang melakukan hal hal yg berbau mandiri dengan segala konsekuensinya untuk rakyat Indonesia???
Juli 25th, 2009 at 06:01
isinya…: statemen anda itu gugur kalo lihat hasil pemilu legislatif. Parpol yang anda bilang isinya bermasalah itu berhasil meraih suara lebih tinggi di Pemilu Legislatif dibanding peroelhan suara JK-W di Pilpres. Partai Golkar mendapat sekitar 14 % suara, sedang Hanura meraih sekitar 5%. Total suara koalisi pendukung JK-W itu sekitar 19 %. Iya, parpol yg isinya Anda bilang bermasalah itu meraih 19 %.
Sekarang coba simak berapa % perolehan suara JK-W berdasarkan hasil rekap KPU terakhir? Hanya sekitar 12 %.
Kesimpulannya, di mata 19 % rakyat, isi parpol itu tak ada masalah. Tetapi kenapa hanya 12 % yg memilih JK-W, itu masalah figur, bung, figur….
Jadi bung Isi… jangan asbun bilang “penulis blog ini kurang jeli shg melupakan aspek isi parpol”
Juli 25th, 2009 at 06:46
Membaca Link yang diberikan #24 Brahmadi, pidato JK itu menjadi kuburan bagi kampanye nya sendiri
Terlihat jelas kata2 yg diucapkan pada berbagai pidato saling berlawanan, sehingga tampak bodoh kalau disandingkan - ga jelas targetnya tuh apa?
Dia berlagak memihak rakyat kecil, tapi dia tidak mengerti sebagaimana arti 50% orang indonesia hidup dengan penghasilan dibawah $2. 45% nya mungkin kelompok menengah seperti saya ini, terjepit sana sini, tapi untung masih bisa hidup layak
Juli 25th, 2009 at 07:14
saya ingat kampanye SBY, dia teriak BLT dan dijawab LANJUTKAN oleh konstituen….; kemarin di kompas ada pernyataan dari Mensos bahwa BLT terakhir di tahun 2009. Jadi….kalau itu bener, maka apa yg disampaikan SBY itu layu sebelum berbunga. Memang perlu kemandirian ekonomi…lihat Malaysia bisa ke arah situ, contohnya bila rakyatnya beli proton dapet harga murah, dll. Sayang rakyat Indonesia kebanyakan konsumtif dan tidak untuk yang produktif, mungkin juga karena birokrasi yang ruwet sebelum dan pada waktu jalanin bisnis…ahh pusing lihat negeri ini
Juli 25th, 2009 at 07:24
pemimpin pajangan ngedum kekuasaan….artinya kita memilih pemimpin hanya di lihat dari pantas..bukan pantas karena keahliannya memanage tetapi pantas karena rupa,pastas karena bagus untuk di sandingkan.saat ini sby lagi bagi bagi kekuasaan setiap partai koalisi dapat minimal satu mentri.perlu di ingat orang politik jadi mentri nanti bagaimana hasil nya..?
banyak bidang bidang penting di pimpin bukan pada keahlian nya nanti.tukang becak suruh nyopir bis bagaimana penumpang nya nanti…
itu pemimpin pajangan ngedum kekuasaan .
sampai kapan negeri ini akan di pimpin dalam kepalsuan.sangat tidak profesional dan sangat membuat rakyat lebih menderita..
tapi pemimpin pajangan tetap pilihan rakyat..rakyat yg bikin menderita sendiri..dan itu sudah takdir kita
Juli 25th, 2009 at 07:29
Saya khan udah bilang, saat ini SBY yang terbaik
Juli 25th, 2009 at 07:35
Analisa JK tuh hanya analisa hiburan u/ nutupin perpecahan di tubuh partainya. Coba dianalisa kekisruhan yg terjadi dipartainya pasca pileg. Bisa terlihat bahwa JK digembosi dari dalam, partainya tidak solid, suara di Indonesia timur disikat habis. Kelompok yg menggembosinya sarat kepentingan u/ mengamankan bisnisnya. Lihat saja nanti klo kelompok Trio A ini yg menang di Munas, maka mereka akan masuk koalisi SBY karena selama agar dapat perlindungan. Dan SBY pasti akan terima koalisi mereka, karena hutang budi.
Mungkin analisa ini terlihat berlebihan.. Tapi, inilah politik, semuanya tergantung deal2 para elite. Sebagian besar rakyat dpt dgn mudah digiring elitenya.
Kadang kita juga terlalu PeDe mengatakan rakyat telah cerdas memilih, karena kita org kota, sekolah cukup, informasi cukup. ya.. mungkin hanya 20% dari total penduduk Indonesia.
SBY menang di perkotaan juga krn egoisme org kota yg merasa bahwa ekonomi baik2 saja selama ini. Ya..baik u/ mereka, tetapi tidak baik u/ daerah tertinggal seperti Indonesia timur. Sedangkan Indonesia timur yang dikuasai Golkar.. disikat habis oleh para penggembosnya.
Jdi kesimpulan sy, kemenangan SBY hanya keberuntungan atas pilihannya melakukan deal-deal politik.
Juli 25th, 2009 at 09:42
…beri saya satu contoh negara yang mandiri tanpa di paksa…Indonesia tidak ada yang mengembargo, tapi Indonesia yang mengembargo dirinya sendiri…sampai rezim “lanjutgan”…entah sampai kapan, Ayo dunia embargo Indonesia, maka akan tampil negara adidaya baru
Juli 25th, 2009 at 10:23
saya cuma mo bilang ..entahlah saya semakin ga mengerti ….apa yang terjadi di indonesia ini…
Juli 25th, 2009 at 10:53
1. Gue akan Golput terus selama tidak ada capres-cawapres yang berani mengusung hukum mati buat koruptor dan kekayaan alam tidak lagi di miliki oleh asing (paduan konsep venezuela dan china).
2. para pejabat / sebagian pns(yang di gaji dari pajak) memakai mobil plat merah yang mewah/ mobil pribadi yang mewah dan kehidupan yang mewah, di satu sisi kita lihat kehidupan masyarakat sekitar banyak yang menjadi pengemis, pemulung, pengamen, gelandangan dan psk. Dan Jangan salahkan mereka menjadi bagian dari penyakit sosial itu karena negara tidak mampu mensejahterahkan rakyatnya.
Juli 25th, 2009 at 11:28
Pusing juga kalau bicara politik.
Kompas hari ini KALLA TOLAK HASIL PILPRES lalu dari kubu MEGA-PRO akan mengajukan gugatan kecurangan Pilpres ke MK. Kita berandai-andai, jika MK memenangkan gugatan MEGA-PRO lalu PILPRES harus diulang, aku kayaknya ogah milih lagi soalnya ane capek apalagi harus nyemplungin telunjuk ke tinta, ogah dua kali…
Dalam setahun ini aku udah sering milih pemimpin dari mulai pemilihan Ketua DKM, RT, RW, Wali Kota lalu Gubernur dan terakhir milih CALEG dan PRESIDEN, capek kan ?
Sudahlah JK maupun MEGA-PRO bergandengan tangan saja. Kalau mau diusut segala kecurangan yang katanya untuk pembelajaran rakyat didalam berdemokrasi, silahkan tapi jangan mengarah ke pembatalan PILPRES atuh…..
Juli 25th, 2009 at 11:31
Walaupun saya pilih SBY, saya tetap salut sama Pa JK karena secara pribadi beliau telah terapkan dalam kehidupannya dan Pa JK adalah pengusaha yang sukses…hidup Pa JK, semoga saya bisa menjadi manusia yang mandiri dan sukses dalam usaha.
Juli 25th, 2009 at 11:37
Saudara-saudari sebangsa dan setanah air, mari kita tutup diskusi ini karena lama-lama membosankan. Carilah topik lain yang lebih greget dan langsung bermanfaat bagi rakyat, misal tentang UKM atau apa sajalah……Biarlah para elit “garelut” kita nonton saja. Atau jangan-jangan mereka sedang berakting.
Cag.
Juli 25th, 2009 at 13:32
Program kemandiarian dari JK itu sdh lumayan bagus bagi bangsa ini ke depan..cuman intinya yg disayangkan adalah JK itu bukan orang Jawa, itu aja jelaskan…
Juli 25th, 2009 at 15:35
ikut menyimak berita….
Juli 25th, 2009 at 15:36
bener bgt
Juli 25th, 2009 at 15:36
bener gan
Juli 25th, 2009 at 16:06
program-program itu mungkin bagus, tapi bagi siapa?kapan diterapkannya?dalam kondisi seperti apa? dan banyak lagi aspek yang terlibat didalamnya. Yang lebih mendasar lagi menurut saya, kita baru/hanya memilih pemimpin yang berkuasa bukan pemimpin yang mengabdi. Jadi tolong stop retorika bagi para penguasa (siapapun itu), tolong pimpin kami, bangsa ini, sehingga bisa jadi bangsa yang besar & membanggakan di dunia internasional.
Juli 25th, 2009 at 17:15
ayahtio… setuju berat.
Juli 25th, 2009 at 17:24
namanya ja dah kalah…
jd ada aja yg ingin di persalahkan untuk menutup kekalahan dan malu…
Juli 25th, 2009 at 18:15
emang bangsa ini kbanyakan blm sanggup mandiri biasanya d cekokin trusss jd klo d ajak mandiri bingung …. dah , siap siap aja hutang republik tambah banyak krn presidennya kurang tegas tidak cepat bertindak
Juli 25th, 2009 at 18:39
Bagi gue sih… kekalahan JK dalam pilpres bukan kekalahan pribadi JK maupun Golkar sebagai gerbong politiknya.. Murni karna kekuatan citra SBY yang telah mendarah daging di mindset masyarakat kita.
5 tahun masa pemerintahan mereka, SBY sibuk dengan pidato kenegaraan yang bisa menjaga citra beliau, sedangkan JK sibuk kiri kanan ngatur ini itu bangun sana sini….
Tapi itulah politik, lawan politik kita tidak terpaku hanya orang di luar lingkaran , tapi orang yang masih “satu sarung” pun bisa menjadi lawan politik dan mampu mengambil keuntungan dari kerja keras kita..
Selamat buat SBY - Boediono, semoga beliau beliau mampu mengemban amanah rakyat dengan baik dan tetap berjuang dalam kebenaran dan keadilan…
Selamat buat Mega-Pro, anda layak jadi oposisi handal.. terus berjuang demi rakyat cilik…
Selamat buat pejuang bangsa, pejuang demokrasi, pejuang ekonomi JUSUF KALLA…. Bapak layak dapat bintang.. Semangat membangun, dan spirit tak kenal lelah telah bapak tunjukkan.. Walaupun sudah jelas kalah, bapak masih mau bertarung dalam Pilpress demi arti kata demokrasi.
Bagi saya JK tetap pemimpin bangsa, pemimpin besar, pemimpin rakyat Indonesia…
Juli 25th, 2009 at 21:02
hmm… posting pilihan ya ? pantas yang komentar banyak banget…
Saya cuman ingin bilang, Dan kita semua adalah pemimpin, maka pimpinlah diri kita sendiri dulu baik-baik sesuai kapasitas masing-masing dan sesuai tuntunan agama masing-masing. Bila itu dilakukan oleh semua orang di Indonesia, maka kesejahteraan akan turun ke bumi Indonesia. Tak usah muluk-muluk. Mulai dari diri sendiri, mulai dari yang kecil, dan mulai dari sekarang.
Juli 26th, 2009 at 00:30
Maaf, saya tidak menemukan istilah swadeshi di Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam jaringan ( http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/).
Trim’s
Juli 26th, 2009 at 01:23
Emangnya yang menang pilpres..pakai Timor??.perabotannya lokal?…saya rasa..pemenang pilpres..tau benar menaklukkan hati ibu2 dengan reality show termehek-mehek…ibu2 kita doyan nonton sinetron bawang putih bawang merah….hitung saja pegawai negeri, guru, istri TNI Polri..ditambah ibu2..diperumahan2…tahun 2014 Capres dari partai manapun….pasti akan menggunakan ilmu termehek mehek ini…Ganteng dan Terzolimi…pasti menang..Dijamin…sudah terbukti PilGub jawa barat dan Presiden Indonesia…2004 dan 2009..
Juli 26th, 2009 at 02:03
Aneh juga bangsa ini, saya bingung kok bisa pilih presiden dilihat isi kulkas, mobilnya, dan kekayaannya, memangnya capres lain juga engga kaya … lagipula kalo kaya memangnya kenapa sih ?, apa kita iri dengan kekayaan yang JK dapati dengan menjadi pengusaha selama puluhan tahun .., saya rasa rakyat semua berhak untuk menjadi kaya .. tapi .. harus dengan usaha menjadi pengusaha, kalau birokrat itukan mestinya tidak kaya …
untuk mbil buatan luar negeri …… memangnya indonesia produksi mobil merk sendiri …. saya juga mobilnya buatan luar negeri tapi kalau dijual harganya murah …. aneh …
Juli 26th, 2009 at 06:00
warta…. di KKBI versi cetak Anda bisa temukan leman “swadesi”.
artinya gerakan yang menganjurkan agar menggunakan barang2 buatan negeri sendiri. Mahatma Gandhi terkenal sebagai pelopor swadesi di India.
Juli 26th, 2009 at 06:13
peter…. lihat komentar saya utk warta.
jadi tdk dilihat sepotong-sepotong: apa hub isi kulkas dengan pilpres… :))
ini soal konsistensi dan konsekuensi dari pilihan tema kampanye. JK memilih “kemandirian ekonomi” yang antara lain ditandai dengan swadesi. JK juga “dipuji” orang India yg tinggal di Indonesia sebagai “sudah” menjalankan ajaran Gandhi. Nah, seharusnya, hemat saya, JK menunjukkan itu secara lebih menyeluruh dalam seluruh gaya hidup dan keluarganya. Andai JK melakukan itu, peluangnya untuk menang saya kira lebih besar….
budi… capres lain tdk mengusung isu “kemandirian ekonomi” sehingga kita tak bisa menguji gaya hidup mereka dengan apakah dia menerapkan prinsip swadeshi atau bukan….
jika Anda benar, mayoritas rakyat senang sinetron atau reality show termehek2, maka JK sebetulnya berpeluang besar memainkan “sinetron” isu “kemandirian ekonomi” itu seperti yg saya gambarkan dalam artikel itu. Tim kampanye JK mestinya sungguh2 mengeksplor seluruh aspek dan gaya hidup JK dalam kemasan swadesi yang di’sinetron’kan utk memuaskan mayoritas rakyat yg suka sinetron itu. Itu maksud saya dengan seharusnya JK mengundang kameraman tv untuk menyuting seluruh sudut rumahnya yang mencerminkan gerakan swadesi, dan bahkan bisa juga dilenhgkapi dengan suatu fragmen “sehari dalam hidup JK” yg sepanjang hari itu JK memang sedang berswadeshi. Sayang tim kampanye JK tdk melakukan hal ini….. saya kira satu2nya cara mengalahkan “sinetron” lawan adalah dengan membuat “sinetron” kita sendiri yang lebih baik dan realistis.
Juli 26th, 2009 at 07:01
Sebelumnya saya mohon maaf jika nantinya ada yg tersinggung dengan komentar saya….
kekalahan JK sudah bisa ditebak dari awal, karena sepak terjang dari JK sendiri yang sudah sangan tidak simpatik dimata rakyat bawah.
Misalnya untuk masyarakat jogja (kebetulan saya tinggal di jogja), JK dulu pernah mengatakan pemerintah akan memberikan bantuan bagi korban gempa jogja sebesar kisaran 10jt utk yg rusak ringan, 20 jt untuk yg rusak sedang dan 30jt utk yang rusak parah. Hal tersebut wajar adanya karena mungkin JK menilai bantuan yang disalurkan ke Aceh saja untuk tiap KKnya ada yang mencapai diatas 100jt.
Dalam perkembangannya ternyata jumlah korban gempa sangatlah banyak sehigga kemampuan pemerintah dianggap tidak mempu untuk memenuhi janji yang terucap oleh JK. Pada saat masyarakat menanyakan kembali apa yang telah dijanjikannya, JK malah membantah telah mengatakannya, bukannya minta maaf tapi malah JK bersembuyi di balik sosok Sultan sebagai gubernur DIY. Sebetulnya ada beberpa solusi yang sudah ditawarkan untuk mengatasi keuangan negara yang “cupet” dalam mengatasi berbagai bencana yg melanda negara in, diantaranya dengan lebih menyesuaikan nilai gaji ke-13 untuk pejabat negara golongan atas… akan tetapi JK sendiri yang dengan keras dan lantang menetangnya…
Dilain hal, JK pernah juga mengatakan bahwa listrik dI Indonesia terlalu murah sehigga rakyat menggunakan energi listrik dengan serampangan dan tidak berhemat. Mungkin hal tersebut yang terjadi justru di lingkungan sekita JK sendiri alias lingkungan pejabat, padahal rakyat bawah sangat mengeluhkan tarif listrk yang terus naik, listrik yang semakin sering padam dan sebagainya. JK juga dinilai tidak melihat kenyataan dilapangan bahwa tidak sedikit oknum PLN yang merekayasa perangkat listrik dirumah mereka, ada juga yang sambil “nyambi” menjual jasa untuk “menghematkan” listrik bagi saudara, teman, atau orang2 yg “membeli jasanya”, atau juga pencurian listrik oleh sebagian oknum pengusaha…
JK juga dianggap pemimpin yg otoriter oleh sebagian kader golkar sendiri, terbukti dia menghapus sistem konvensi dalam memilih capres utama dari golkar dan dia dengan banyak dalih menjadi calon tunggal yang menuju dalam pilpres…
Dan masih suangat banya…k lagi catatan yang lumayan dianggap “hitam” bagi JK yg harus menjadi cermin baginya…
Dari contoh kasus diatas JK dianggap sebagai orang yang tidak dapat dipercaya (tidak sidiq) dan tidak amanah untuk menjadi pemimpin utama bagi bangsa ini… setidaknya oleh banyak orang disekitar saya ataupun orang2 yang saya temui diberbagai kesempatan……
Juli 26th, 2009 at 07:35
trims bro (ato sis?) eji … anda memiliki ingatan yang kuat untuk mengingatkan kita ttg kelemahan JK yang mestinya betul2 harus menjadi bahan koreksi JK dan tim sesnya.
Juli 26th, 2009 at 07:53
setuju..!
saya sangat setuju dengan mas irfan
beruntunglah kita:
pak sby tidak pernah menyalahkan rakyat
pak sby tidak mendukung swadeshi
pak sby tidak makan di McD, KFC & Pizza Hut
pak sby akan mendukung impor terigu, makanan sehat bagi rakyat
hidup pak sby..!
hidup.!
hidup..!
Juli 26th, 2009 at 09:42
Gue rasa kebanyakan dari kita (>50%) memilih bukan karena gagasan para capres, tapi gue sependapat dengan pak JK bahwa bangsa ini perlu “dipaksa” untuk mandiri, untuk disiplin, untuk kerja keras (kasanya mungkin perlu “dijajah” sama orang asing agar maju).
Juli 26th, 2009 at 10:44
rame jg, mau ikutan ah…
menanggapi link:
http://kompas.co.id/read/xml/2008/11/25/13481732/kalla.ajak.sedikit.boros
dg pengetahuan eknonomi saya yg cetek, ini adalah usulan yg sangat realistis & cerdas… silahkan tanya ahli ekonomi manapun, g ada yg aneh dg ajakan JK. Tp klo mau dipahami dg logika “hemat pangkal kaya” yg simplifistis maka g akan nyambung. Untuk kaya pun tdk bisa hanya berhenti pada kata hemat, tp dr hasil penghematan itu lalu diputar untuk sesuatu yg produktif sehingga bisa kaya…
makanya jng jd pegawai klo mau kaya! anda yg hanya jd pegawai jnglah bercita2 untuk kaya, apalagi pegawai negeri sipil!ckckck…
menanggapi link:
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=1050537
memang terkadang ucapan JK sangat tdk masuk akal… banyak jokes yg dicampur dg statement serius jd sulit menilai mana yg benar & terkesan g konsisten & memang enggak sistematis… tp klo mau sdkt melihat dg jernih akan ketemu logikanya kayak dlm ajakan sdkt boros itu…
Kompas pernah memuat artikel khusus yg menganalisis kepribadian masing2 capres&cawapres, dg membaca artikel tsb saya sdkt mendapat gambaran untuk memahami cara berpikir capres&cawapres 2009. Di artikel tsb dikatakan klo JK tdk terlalu mementingkan penampilan (citra diri). Dr hal ini memang tdk bisa dikatakan klo JK adlh orang yg menjalankan swadesi ala Gandhi, tp setidaknya dr sini bisa dikatakan JK memang tidak jaim & tdk malu untuk memakai produk JK’s Collection… :)) liat aja penampilan JK yg selalu apa adanya, sederhana, & simpel tp entah untuk istri, anak & keluarganya yg lain krn tdk ikut dianalisis & terlebih saya g memperhatikannya yg diluar capres cawapres.
Yg jelas, swadesi untuk jaman globalisasi ini tdk bisa diartikan & dipraktekkan spt swadesi menurut jaman&pemahamannya Gandhi… praktek&pemahaman Gandhi atas swadesi jaman itupun jng lupa pula untuk dikaitkan dg strategi perjuangan India guna menggempur Inggris yg pasar produknya adlh India… Jd strategi Gandhi masa itu sgtlah jitu krn langsung mengkolapskan industri Inggris…
menggapi soal tdk demokratis nya JK di Golkar:
mohon diingat, Golkar adlh partai yg sgt dinamis, dg kekuatan (pengaruh) para tokohnya yg merata, semua punya bargaining yg sama2 tinggi, kadang jd lawan kadang jd lawan, tergantung persamaan perjuangan jaman… kenapa konvensi akhirnya (di)hilang(kan)? Lihatlah manuver tokor2 Golkar pasca pemilu legislatif…
ini beda dg cerita Demokrat bersama SBY atau PDI bersama Megawati… saya melihat di 2 partai ini ada yg disebut Dinasti Politik sehingga garis (kebijakan) politiknya lebih mudah terbentuk krn sangat minim tarik menarik antar pemain di dalamnya. Mohon untuk hal ini jgn cuma dilihat dr aspek demokrasi an sich, tp tlg dilihat jg proses & tarik menarik para pemain di dalamnya… Siapa yg menyangka seorang Amin Rais, yg dianggap simbol reformasi & demokrasi bisa bertindak layaknya God Father PAN v.s. Soetrisno B?
Demokrasi itu pas pd saat yg pas. Kadang otoriter pun bisa jd pas klo momentum & orangnya pas. Baik dg cara demokrasi maupun otoriter, keduanya hanya soal mekanisme, justifikasinya adlh tujuan & orangnya… Saya percaya akan hal ini.
Menanggapi janji JK di gempa Jogja:
saya tdk mengikuti peristiwanya, tp klo benar spt itu, ini jd poin negatif JK! sebagai seorang pemimpin yg berjiwa besar, harusnya JK meminta maaf pd masyarakat Jogja krn tdk bisa merealisasi janjinya… klo JK legowo meminta maaf, & ttp memberi perhatian (tdk harus uang) maka justru hal ini akan menarik simpati rakyat.
Menanggapi strategi kampanye “sinetron”:
saya tidak setuju dg ide meng-counter “sinetron” dg “sinetron”. Saya msh ingin & bercita2, meski memang sulit, untuk melihat, mendengar, ada yg berani membagikan & menawarkan sesuatu yg memang benar2 terjadi…agar rakyat bisa memahami sejarah.
Yg penting beritikad baik & positive thinking aj tp bkn berarti menutup mata atas apa yg sesungguhnya ada di balik suatu peristiwa.
Memang tim kampanye JK kadang sangat kurang sabar dlm menghadapi perang urat syaraf dg tim lain, terutama dg tim SBY. Salah satunya hal ini sering terjadi klo pas Indra J. Piliang berdebat dg tim SBY (Malarangeng bersaudara). & ini menyumbang citra negatif bagi JK krn timnya terlihat kurang santun.
Tanggapan lainnya: kayaknya udah kepanjangan
silahkan tanya aja apa yg sebenarnya terjadi pd orang2 dekat mereka (capres cawapres itu). Cerminan bagi saya adlah peristiwa telpon SBY pada JK. Sekali lg, silahkan tanya pd para senior media yg hadir di kediaman JK ketika JK menerima telpon SBY atas apa yg terjadi…
Pemahaman atas persitiwa (fakta) sejarah tdk akan bisa lepas dari subjektifitas yg melihat, mendengar & mengartikannya. Hal inilah yg jg misalnya terjadi pd peristiwa konferensi pers SBY pasca peledakan bom kuningan kemarin yg lalu memicu polemik.
Juli 26th, 2009 at 10:50
aji… thnx sdh bersedia mampir. salam.
Juli 26th, 2009 at 11:11
tks jg mas mas/mbak Irfan…? artikelnya melecut pembelajaran
Salam.
kpn2 silahkan mampir jg ke blog saya, waknoes.wordpress.com, tp g bnyk artikelnya, lbh bnyk dianggurin krn saya gaptek & males nulis … hahaa
Juli 26th, 2009 at 11:12
Seluruh rakyat Indonesia jelas merasakan kehidupan ekonomi yg berat..tapi rakyat kita juga sebagaian bersifat paternalistik..yi ketergantungan kpd personal yg sekiranya mendekati pemenuhan kebutuhan pada seorang bapak bangsa ..dan itu dirasakan masyarakat kita berada pada sosok SBY. Bahwa itu sepenuhnya terwakili juga tidak, tapi lebih bisa diterima drpd calon yg lain. Bangsa kita kurang berjiwa keras sbgmn rakyat di Asia lainnya, bhw capres lain mengajak perubahan yg sifatnya radikal revolusioner (walau perubahan itu sangat diperlukan dan bisa jadi bagus) tapi itu dienggani oleh banyak masyarakat kita, lebih disukai yg tenang kalem dan mengayomi. Hal2 tsb diatas menjadi salah satu faktor kemenangan SBY dan tidak utk yg lain. Hati rakyat sudah meletakkan pilihannya pada SBy, shg kritikan pedas oleh team sukses calon lain thd SBY justru menguatkan hati rakyat utk memilih SBY.
Ungkapan2 hyperbolik thdp SBY spt tong kosong, tidak sepenuhnya bisa diterima, krn calon lain qualifikasi akademisnya tidak lebih baik dpd pasangan SBY-Budiono, dan itu hanya menjadi bumerang saja. nggak mudah memang memilih strategi untuk memenangkan peperangan walau diatas kertas unggul, dan menimbulkan kepercayaan yg terlalu besar dan ternyata kalah.
Kemandirian ekonomi itu bagus, tapi tidak bisa diterima dlm waktu singkat, apalagi hanya dlm masa kampanye. Itu memerlukan pengkondisan yg cukup lama, dan itu memerlukan peristiwa yg dramatis, shg sikap itu akan bisa dijalankan. misalnya, kalau negara kita diblok total oleh negara lain, itu kan menimbulkan semangat patriotik untuk mandiri, tapi kalau masih ada pilihan lain, kenapa tidak. Setiap pasangan capres sudah memilih strategi masing2, kalau kalah.., pelajarilah dulu karakter rakyat kita..ada semboyan ..ing ngarso sung tulodo..itu dulu jalanin..,baru maju perang. ( koment ini utk sumbang saran dan tukar pikiran saja, krn terlalu banyak foktor lain yg membikin kalah atau menang).
Juli 26th, 2009 at 11:20
Presiden terpilih justru tidak mandiri…
Jadinya ayo kira menjadi org yg TIDAK mandiri… Jadi pegawai Negeri!!!
Juli 26th, 2009 at 12:21
saya rasa bohong jika JK INGIN menjalankan EKONOMI KERAKYATAN! cuma waktu KAMPANYE saja JK berbicara tentang hal itu. SEBELUM KAMPANYE? enjoy saja dengan bisnis nya,usaha dan langkah menuju EKONOMI KERAKYATAN kosong dan sepi,malah dia ADUK-ADUK ITU PASAR SAHAM DI BEJ dengan PARNERNYA OM BAKRIE,MINYAK TANAH STOP? DISURUH BELI GAS? COBA CEK PUNYA SIAPA ITU ANAK-ANAK USAHA PENSUPLAI GAS? HAHAHAAHA dan dengan USAHA LAINNYA kekayaannya jadi naik 100%. MULUT BISA BERBICARA TAPI MATA BISA MELIHAT.
JGN BODOH WAHAI RAKYAT INDONESIA.
Juli 26th, 2009 at 13:41
Mas… ini judul tulisan ko’ kaga nyambung ama isinya ? so stupid…
Mana bagian JK yang menyalahkan rakyat ?
Dari kutipan yg anda ambil, nuansanya adalah JK sedang menyentil para elite lain untuk menjalankan swadesi secara sungguh sungguh, agar rakyat percaya dan mengikutinya, BUKAN MENYALAHKAN RAKYAT…
Juli 26th, 2009 at 14:17
NTop…. perlu kecerdasan yang memadai untuk memahami pilihan judul itu. dan saya tdk bisa memaksa orang untuk bisa mengerti. pisssss
Juli 26th, 2009 at 15:26
semoga Indonesia gak sperti sinetron aja 5 tahun ke depan. Yang ngomong angka kemiskinan, buta aksara, pengangguran turun itu siapa ??? dan dibantah habis2an karena dari pihak lain mengatakan bertambah ?? dan kemudian menjadikan masalah2 tersebut sebagai bahan kampanye siapa ???
only one : SBY….. coba masyarakat lebih detail melihat yang dilakukan SBY tuch….
Heran aku, masih ada orang yang mau dibodoh-bodohi sesama bangsa Indonesia.
Juli 26th, 2009 at 18:20
to FATAH (komen no 29)
hmmmmmmmmmm andaikan anda benar2 org listrik harusnya anda tahu bahwa proyek 10000 MW PLTU batubara itu malah akan mengurangi KEANDALAN pasokan listrik!! kenapa? karena dgn banyaknya PLTU Batubara yg masuk ke unit commitment operasi tenaga listrik ,dimana PLTU bt br mempunyai ramp up&down yang cukup lama dibandingkan PLTG, maka hal ini akan menyulitkan pengoperasian pada saat fluktuasi beban dimana memang di INDONESIA load factornya masih kecil (bukan seperti jepang yang load factornya sudah tinggi), sehingga ujung2nya akan membuang2 energi listrik juga tauuuuuuuuuuu(krn terpaksa hrs bngkitin pltu bt br yg memang sudah bnyk),,andakan pd wktu itu dipikirkn terlebih dhulu kombinasi proyek pmbangkit dgn lbih bnar,,,apalagi klo anda tau, tuh proyek kbanyakan adalah listrik cina,,,(as you knew their product’s quality)…trims
Juli 26th, 2009 at 22:04
aah ..anda ini belajar jujurlah….pura2 tidak tau aja bahwa presiden terpilih yang baru ….menang lebih dikarenakan …pinter menjaga penampilan…terkesan…dizolimi…apa gak ingat waktu..kampanye..dibilang dikroyok dan dizolimi…???padahal mengeluarkan UU no 25 Tahun 2007 Tentang Penanaman Modal….dimana ada pasal2 Penanam Modal bisa mendapat hak guna 95 tahun dan mendapat fasilitas bebas bea masuk dan bebas pajak….Siapa yang Untung?…rakyat…yg bernama Freeport dan newmont Excon dll…. saya bukan pendukung JK atau Mega…tapi anda membahas tema kampanye JK dan saya membandingkan dengan capres lain….kenapa anda mati2an membela capres yang menang….dalam kaidah jurnalistik..kita boleh memberi pendapat tetapi tidak boleh membela salah satu kompetitor……kalau anda orang terpelajar bukan lewat jalur khusus…tunjukkan kejujuran dan Fair man..
Juli 26th, 2009 at 22:12
Untuk komentar no 21.
Apakah anda tau apa mobil JK, dan kehidupan Istri dan anak2 JK, sepertinya anda lebih tau dari kita2.
Juli 26th, 2009 at 22:17
budi…. saya bukan pendukung SBY, dan sy tdk ikut memilih waktu pilpres 8 Juli lalu.
Silakan Anda buka semua artikel saya di blog ini, dan anda bisa lihat sy juga mengkritisi kebijakan sby.
jadi seharusnya anda juga tunjukkan kejujuran dan fair dong menilai saya sebelum menuduh ad hominem….
Juli 26th, 2009 at 22:31
Ok…Baguslah kalau begitu..kita rupanya satu rumah…Lanjutkan perjuangan…demi rakyat…Saya akan berhenti golput kalau ada Capres yang berani mencabut dan merevisi…UU no 25 tahun 2007 Tentang Penanaman Modal…Malaysia aja saat ini juga sedang mereview UU Penanaman Modal Asingnya…mereka berusaha mengarahkan PMA ke industri Barang jadi……bukan Bahan Mentah…Sory Man..Sesama Sopir Bis Golput..harus saling memaafkan…OK..
Juli 27th, 2009 at 05:02
sy tk mo komentar siapa, mgapa,jadi pemenanng.
cuma menanggapi komentar MICHAEL.
paparan mu ttg BANGSA KULI, hal yg sama jga terjadi di USA.
jadi lo jga sangat berlebihan.
Juli 27th, 2009 at 07:16
buat yg kalah….hrs legowo..sabar…sadar dan insyaf…!!…..Megawati….tipe si mbok…..yg punya jiwa dendam kesumat…..ngak bisa majuin bangsa ini……….buat pendukung JK ….sadar…JK hanya seorang pengusaha yg ikut terjun ke dunia piltik buat dapet kekuasaan jadi orang nomor satu di negeri ini….trus setelah itu negalanjutin…..memperkaya perusahaan dan keluarganya…….tp kalo ngomong ……dusta …pake bawa2 mau membuat ekonomi mandiri lah…dasar pedagang……cari untung seged gedenya……malah pingin jd presiden……Buat SBY…..kami dukung anda sepenuh hati……anda tipe orang yg tidak memperkaya diri sendiri….Bravo SBY…LANJUTKAN……!!….Buat pendukung MEGA -PROT dan JK -WIN yg kalah …..percuma aanda22 smua protes dan ribut….ngak akan merubha pilihan rakyat Indonesia yg sudah semakin tahu membedakan …pemimpin yg baik, bijkasana dan amanah….bukan orang 2 pendendam…apalagi orang yg sebenarnya punya motivasi memperkaya…perusahaan..dan keluarganya….dasar dodol….lo…!!
Juli 27th, 2009 at 07:42
tim… si michael ini juga tipe manusia yang gampang banget menyalahkan rakyat. begitulah pemimpin begitu pula pendukung. wong jawa bilang sami mawon….
Juli 27th, 2009 at 08:24
isi tulisannya antara satu barus dengan barus lainnya banyak yang bertentangan,,, pendukung SBY - BERBUDI gitu loh
Juli 27th, 2009 at 08:36
Saya orang dari jatim ayah sy pacitan ibu saya Gresik…Mandiri utk bangsa ini sangat dan sangant bagus dan salut buat Pak Jk tapi sayang Pak JK bukan orang dari Jawa sehingga tdk banyak yang memilih beliau…sy kira itu aja..Lanutan…
Juli 27th, 2009 at 10:14
lantas gimana nih..
apa diantara peserta diskusi ini ada calon yang bisa kita dukung 5 - 10 tahun kedepan?
tapi pesan saya cuma satu mas/mbak..
jangan takut impor..
yang penting demi rakyat.!
impor..
impor..untuk rakyat.!
hidup sby..!
saya dukung pak.! demi rakyat.!
Agustus 10th, 2009 at 17:51
1. Saya mendukung JK karena alur berpikir yang pas dengan saya, saya mahasiswa ilmu ekonomi.
2. Saya belum sepakat bahwa masyrakat Indonesia cerdas, survey kecil-kecilan saya sama teman-teman dan ibu-ibu 99% mengungkpakan: JK kalau ngomong nggak santun, di sisi lain memilih SBY karena lebih kepada pembawaannya. Tidak ada yang menyinggung masalah program, permaslahan bangsa, visi dll.
3. Aktor di balik JK dan SBY sama menyeramkannya. Namun saya lebih seram sama aktor dibalik SBY. Partai yang mendukung bnyak dan yang minta jatah otomatis juga banyak. Untuk bidang ekonomi, Semoga pak boed mampu meredamnya dan menyarankan posisi2 metri bidang ek. yang kompten.
4. Memang saya mengakui ada sedikit kejanggalan mengapa JK memilih Wiranto yang banyak blacklistnya.
5. Sya mahasiswa Pak boed dan tahu benar integritasnya. Tapi saya khawatir dengan gaya teks book beliau dan regardless-nya masalah ideologi.
6. Masalah impor tidak serta merta bicara ngomngin full memakai barang dalam negeri.
7. Serem sama SBY dan segala skenario media yang selama ini mmungkin dia buat (?) Dana yang ada sangat besar itu datangnya dari mana (?)
8. Isu harga BBM turun yang digemborkan sebagai klaim prestasi, sangat menyesatkan. Data kemiskinan dirubah metodolgi-nya biar kelihatan bagus. Aturuan dana pendidikan dirubah komponennya agar terlihat agaran pendidikan meningkat. Semua ini alur-alur yang menyedihkan dan memang mempan sama rakyat yang masih belum banyak baca.
9. Muak dengan para penjilat di sekitar SBY. Semoga SBY mengacuhkan mereka.
10. Agak meragukan kekhaffahan (dilihat dari keluarga dan istri) agama Islam SBY. Walau dalam kacamata plularis ini tidak penting. Tapi saya sbgai muslim berhak memberikan bobot akan poin ini. Walau saya tahu hanya ALLAH yang tahu.